Play Station

Jazz Music

Popular Games

Random Games

Games Topic

Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 April 2011

Begitu Mulianya Sang Pemaaf

Begitu Mulianya Sang Pemaaf


mungkin ada yang udah pernah dengar cerita  ini...
buat yang belom tau mungkin berguna...
buat yang udah tau ya sekedar mengingatkan  aja...

ceritanya kurang lebih begini...
suatu saat datanglah  seorang sahabat kepada rasulullah...
rasulullah berkata padanya, apakah engkau ingin  melihat salah seorang
penghuni surga...dia belum  meninggal, tapi namanya sudah tercantum di
pintu surga...

siapakah dia, kata sahabat...
kemudian rasulullah menunjukkan  seorang...
seorang yang cuma kuli panggul saja...

sang sahabat penasaran...
ia mendatangi si kuli panggul ini...
ia berkata, sobat bolehkah saya menginap di  rumahmu...
saya tidak punya rumah yang bagus, kata si kuli  panggul...
rumah saya begitu jelek, lanjutnya...

sahabat berkata, tidak apa-apa... saya punya  masalah dengan keluarga
saya...
jadi saya perlu tinggal di luar rumah beberapa  saat...
Oooh... boleh saja, kata sang kuli  panggul...

sebenarnya sahabat tidak mempunyai masalah dengan  keluarganya...
ia hanya ingin mengetahui apa yang diperbuat sang  kuli panggul di
malam
hari sehingga namanya sudah tercatat di pintu  surga...
padahal ia saja yang setiap malam bangun sholat dan  berdzikir,
rasulullah
tidak mengatakannya sebagai penghuni surga...

jadilah sang sahabat menginap di rumah sang kuli  panggul...
malam pertama lewat begitu saja... sang kuli  panggul bahkan tidak
bangun
malam... ia tidur terlelap saja... setelah sholat  isya...

sang sahabat makin penasaran...
malam kedua juga begitu...
sang kuli terlelap dengan enaknya...
malahan sampai mendengkur...
ia sama sekali tidak bangun malam...

sampai malam ketiga tidak ada  perubahan...
sahabat akhirnya mendatangi  rasulullah...
mengadukan semua kejadian itu...

rasululah berkata, tanyalah kepadanya mungkin dia  punya amalan
tertentu...
sahabat kembali mendatangi sang kuli  panggul...
si kuli panggul berkata, aku tidak punya amalan  tertentu...
paling-paling tiap malam aku hanya berdoa pada  Allah...

sahabat kembali kepada rasulullah dan mengatakan  semua itu...
rasulullah berkata, ya doa itulah yang  mengakibatkan ia tercantum
sebagai
penghuni surga...

sahabat dengan rasa penasaran yang makin memuncak  kembali mendatangi
si
kuli panggul dan menanyakan doa apa yang ia panjatkan  setiap malam...

si kuli panggul berkata, di dalam doa saya berkata  bahwa
saya memaafkan
orang-orang yang telah menyakiti saya, orang-orang  yang berbuat salah
pada
saya baik sengaja maupun tidak sengaja, sesungguhnya  saya ingin meniru
sifat-sifat Allah, sifat-sifat pengasih (arrahman) dan  penyayang
(arrahim)
yaitu sifat Allah yang memaafkan hambanya yang melakukan  kesalahan.
Kemudian saya tidur dengan hati yang bersih... sehingga tidur saya  pun
begitu nyenyak dan tentram...

sahabat mengatakan semua itu pada  rasulullah...
rasulullah berkata, ya orang itu tercantum namanya  di pintu surga
karena
doanya itu...
ia adalah orang yang begitu bersih  hatinya...
kebersihan hati dan rasa pemaaf itulah yang membuat  Allah mencantumkan
namanya di pintu surga...

subhanallah...

Rabu, 06 April 2011

Sembilan Keturunan Setan Sembilan Keturunan Setan

Sembilan Keturunan Setan Sembilan Keturunan Setan


Umar bin Khaththab berkata : anak keturunan setan itu ada sembilan,  yaitu Zalitun, Watsin, Laqus, A’wan, Haffaf, Murrah, Masuth, Dasim, dan  Walhan.” .  Setan Zalitun bertugas menggoda penghuni pasar dalam transaksi jual-beli dengan  menyuruh untuk melakukan kedustaan, penipuan, memuji-muji barang  dagangan, mencurangi timbangan/takaran, dan bersumpah palsu. .  Setan Watsin bertugas menggoda manusia yang tertimpa musibah agar tidak bersabar  sehingga yang bersangkutan berteriak histeris, menampar-nampar pipi, dan  sebagainya.  Setan A’wan bertugas menggoda para penguasa untuk bertindak zhalim.  Setan Haffaf bertugas membujuk dan menggoda orang untuk meneguk minuman keras.  Setan Murrah bertugas menggoda orang agar asyik bermain seruling atau alat musik  berikut nyanyiannya.  Setan Laqus bertugas menggoda orang untuk menyembah api.  Setan Masuth bertugas menyebarkan berita-berita dusta lewat lisan manusia sehingga  tidak bisa diketemukan berita yang sebenarnya.  Setan Dassim berada di dalam rumah. Jika seseorang tidak mengucapkan salam sewaktu  memasuki rumahnya dan tidak pernah menyebut nama Allah di dalamnya, maka  setan tersebut akan menimbulkan perselisihan sehingga akan terjadi  thalaq, khulu’, dan pemukulan. Singkatnya, setan ini selalu ingin  menciptakan ketidakharmonisan dalam rumah tangga.  Setan Walhan bertugas menggoda dan mengacaukan manusia dalam berwudhu’, shalat, dan  dalam ibadah-ibadah yang lain.  Dalam riwayat lain disebutkan bahwa : a. Setan yang bertugas menggoda penghuni pasar, namanya bukan Zalitun,  melainkan Zallanbur. Akan tetapi, dalam kamus disebutkan bahwa tugas  setan Zallanbur adalah menceraikan antara seorang suami dan istrinya. b. Setan yang bertugas menggoda manusia yang tertimpa musibah agar tidak  bersabar namanya bukan Watsin, melainkan Tabr. c. Setan Laqis adalah nama lain dari setan Laqus. Ada yang mengatakan  bahwa Setan Laqis dan Walhan bertugas menggoda manusia ketika bersuci  dan mengerjakan shalat. Namun ada juga yang mengatakan bahwa tugas  ketiga setan (Laqus, Laqis, Walhan) ini digantikan oleh ketiga setan  berikut, yaitu A’war, yang bertugas menggoda manusia agar melakukan  zina; Wasnan, yang bertugas menggoda sewaktu tidur agar mereka berat  untuk bangun dan malas untuk mengerjakan shalat atau amal shahih  lainnya; dan Abyadh yang bertugas menggoda para nabi dan para wali  Allah. d. Setan yang bertugas menggoda manusia supaya menyebarkan berita dusta  namanya bukan Masuth, melainkan Mathun. e. Setan Dasim adalah setang yang bertugas menggoda manusia sewaktu  makan. Dia akan ikut makan jika seseorang tidak menyebut nama Allah.  Juga akan ikut masuk rumah jika sewaktu memasuki rumahnya, seseorang  tidak menyebut nama Allah. Setan ini juga akan menyelinap dalam lipatan  atau saku pakaiannya jika sewaktu memakainya seseorang tidak menyebut  nama Allah. f. Setan Walhan hanya bertugas menggoda manusia sewaktu bersuci agar  menghambur-hamburkan air. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam riwayat  dari ‘Ali r.a., dari Nabi SAW, beliau bersabda : ”Sewaktu seseorang  berwidhu’, ada setan yang selalu menggodanya. Setan itu bernama Walhan.  Karenanya, selalu berhati-hatilah kalian atau waspadalah kalian  terhadapnya.” g. Setan Khanzab adalah setan yang selalu menggoda manusia saat  mengerjakan shalat.  Diambil dari Nashaihul Ibad (Imam Nawawi Al-Bantani)

Dikutip Dari: <a href="http://www.2lisan.com/tulisan/artikel/sembilan-keturunan-setan/">http//www.2lisan.com/tulisan/artikel/sembilan-keturunan-setan/</a></div>